Berbagai Masalah Pada Kulit wajah

Pertambahan usia dan faktor luar, seperti paparan sinar matahari dan polusi, bisa menimbulkan masalah pada kulit wajah. Apa saja masalah tersebut?

Setiap perempuan tentu ingin punya kulit wajah yang bersih dan mulus. Sayangnya, seiring pertambahan usia dan pengaruh faktor luar, seperti paparan sinar matahari, polusi, dan radikal bebas lainnya, kulit wajah bisa bermasalah.

Bahkan, kata dr Dewi Inong Irana SpKK, cukup banyak masalah yang bisa terjadi pada kulit wajah.

“Apalagi bila kita tidak rajin membersihkan wajah setelah mengaplikasikan make up atau beraktivitas di luar rumah, atau tidak mengoleskan sunblock ketika beraktivitas dibawah terik sinar matahari,” ujar spesialis kulit dan kelamin dari Rumah Sakit Permata Cibubur itu.

Berikut ini masalah yang bisa muncul pada kulit wajah:

JERAWAT

Jerawat muncul karena adanya infeksi dan radang pada kelenjar minyak kulit, yang disebabkan oleh berbagai faktor.

Seperti usia, hormon terutama bila kadar hormon androgen terlalu banyak, sehingga memroduksi kelenjar lemak atau minyak semakin banyak yang berakibat tertutupnya pori-pori kulit. Selain itu, jerawat juga bisa terjadi karena pemakaian kosmetik atau obat yang salah, gaya hidup yang buruk seperti merokok dan suka begadang, polusi, stres, dan masih banyak lagi.

Jerawat bisa muncul di wajah, dada, punggung, dan lengan. Jenisnya juga bermacam-macam. Di antaranya adalah:

  • Komedo. Komedo muncul karena adanya penyumbatan pori-pori kulit akibat produksi kelenjar minyak yang berlebih dan penumpukan sel-sel kulit mati. Sehingga, kulit wajah jadi kasar dan tidak rata. Komedo ada yang tertutup (memiliki kulit yang tumbuh di atas pori-pori yang tersumbat, sehingga terlihat seperti tonjolan putih kecil di bawah kulit) dan ada yang terbuka (terlihat seperti pori-pori yang membesar dan menghitam).
  • Jerawat bernanah (pustule)
  • Jerawat nodusa, yaitu jerawat yang tidak ada matanya.
  • Jerawat yang bergerombol seperti sarang lebah (konglobata).

Cara Mengatasi

Untuk mengatasi jerawat, menurut Dewi, harus multifaktor. Tidak bisa hanya dengan satu cara pengobatan, seperti menggunakan obat oles yang mengandung Retin A, benziyl-peroksida, pemberian antibiotik, atau disuntik saja.

“Tapi, yang juga penting diperhatikan adalah asupan makanan,” katanya.

VLEK

Vlek yang muncul pada wajah pada dasarnya adalah noda atau bercak berwarna kecokelatan atau kehitaman, yang muncul akibat pigmentasi kulit berlebihan.

Vlek pada wajah yang berukuran besar disebut melasma, sedang bila hanya berupa titik-titik disebut freckles atau ephelides. Vlek bisa terjadi karena:

  • Faktor hormonal. Misalnya, pada ibu hamil dan menyusui, mengonsumsi pil KB yang mengandung hormon. “Vlek akibat faktor hormonal ini bisa hilang dengan sendirinya, bila pemicu tingginya hormon penyebab vlek tidak ada lagi,” ujar Dewi.
  • Paparan sinar matahari. Sinar ultraviolet matahari mengakibatkan vlek cokelat mudah jadi lebih jelas (cokelat tua).
  • Pemakaian kosmetik yang mengandung merkuri atau hidrokuinondalam jangka panjang. Sehingga, pigmen warna kulit yang berada di epidermis (kuit ari paling bawah) jadi turun ke lapisan dermis.
  • Keturunan. Vlek yang disebabkan keturunan disebut nevus ori. Biasanya berbentuk seperti tanda lahir, titik-titik dalam jumlah banyak dan berwarna biru, tapi baru muncul setelah dewasa.

Cara Mengatasi

Dikatakan Dewi, untuk mengatasi vlek, dokter biasanya melihat apakah vlek terjadi di permukaan atau di lapisan kulit lebih dalam. Bila terjadi di permukaan, biasanya dilakukan menggunakan krim (chemical peeling), mikrodermabrasi, atau hidrokuinon dengan konsentrasi tertentu dan terbatas.

Sedang bila vlek terjadi di lapisan kulit lebih dalam, biasanya diatasi menggunakan laser N dyag dengan gelombang tertentu.

“Pengobatan vlek pada wajah biasanya membutuhkan waktu selama tiga sampai enam bulan. Tapi, vlek itu bisa muncul kembali jika kita beraktivitas di bawah sinar matahari tanpa perlindungan,” kata Dewi.

Karena itu, dokter berjilbab itu mengingatkan agar selalu menggunakan sunblock setiap kali beraktivitas dibawah terik matahari.

LUBANG JERAWAT

Lubang bekas jerawat (acne scar) dapat meninggalkan lubang atau bopeng yang tentunya tidak sedap dipandang. Tapi, itu bisa dihindari dengan mengobati jerawat ketika baru mulai muncul.

Lubang bekas jerawat terjadi kareana kulit kehilangan jaringan sel. Lubang bekas jerawat ini dialami oleh 30 persen penderita jerawat yang meradang dengan derajat sampai parah.

Cara Mengatasi

Untuk mengatasi lubang bekas, kata Desi, tindakanyang diambil akan disesuaikan dengan jenisnya. Tindakan yang biasa dilakukan antara lain:

Chemical Peeling

Pengelupasan kulit menggunakan bahan kimia tertentu, seperti asam fenolat, dapat digunakan untuk memerbaiki perubahan warna kulit dan parut jerawat ringan.

Laser CO2­

Suhu panas yang dihasilkan oleh sinar laser CO2 akan menghangatkan lapisan dermis (jaringan tepat di bawah permukaan kulit tertular) , sebagai sumber yang memroduksi kolagen.

Laser secara efektif akan merangsang dermis untuk memroduksi kolagen, sehingga dapat mengisi lubang bekas jerawat.

“Sinar laser dengan panjang gelombang dan intentsitas tertentu dapat digunakan untuk meratakan parut bekas jerawat pada bekas jerawat,” jelas Dewi.

Dermaroller

Dermaroller adalah alat bentuk silinder yang memiliki 190 jarum berukuran sangat halus. Alat itu berguna untuk merangsang regenerasi kulit dari lapisan kulit bagian dalam tanpa mengakibatkan pengelupasan lapisan kulit bagian luar.

“Prinsip kerja alat ini adalah melukai kulit guna merangsang pembentukan jaringan kolagen baru, yang nantinya dapat mengisi lubang bekas jerawat,” kata Dewi.

Bedah

Bedah dibutuhkan bila lubang bekas jerawat relatif dalam.

“Dengan teknik bedah yang dikenal dengannama subcision atau subsisi, ahli bedah memisahkan ikatan fibros pada parut, sehingga menaikkan keteganganantara epidermis dengan struktur di bawahnya, sehingga bisa menrangsang produksi kolagen,” jelas Dewi.

KERIPUT

Munculnya keriput merupakan gejala utama penuaan kulit. Keriput muncul karena berkurangnya ketebalan dermis hingga 20 persen, akibat hilangnya serat elastin dan kolagen yang merupakan komponen utama lapisan dermis.

“Hilangnya kolagen dan elastin ini berdampak buruk pada kelembaban dan ketegangan kulit, sehingga muncul kerutan atau keriput,” ujar Cewi.

Keriput ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu keriput halus yang bisa terjadi karena berkurangnya kolagen, paparan sinar matahari, dan polusi.

Dan, yang lainnya adalah kerutan dalam atau keriput kasar yang disebabkan oleh pemakaian otot yang salah seperti sering mengernyitkan dahi dan berkspresi marah.

Cara Mengatasi

Keriput halus bisa diatasi dengan cara:

  • Pemberian perangsang kolagen, yaitu vitamin C, baik yang diminum maupun dioles. Tapi, Dewi mengingatkan agar berhati-hati bila memakai vitamin C yang dioles, karena harus berbentuk L-askorbit acid, yang relatif stabil.“Kalau harganya murah, itu biasanya tidak stabil, sehingga tidak ada efeknya,” ujar Dewi.
  • Chemical peeling yang ditujukan untuk merangsang produksi kolagen.
  • Menyuntikkan kolagen ke dalam kulit. Dikatakan Dewi, kolagen hanya berguna bila disuntikkan ke dalam kulit. Bukan dioleskan. “Kalau dioleskan, kolagen tidak akan masuk ke dalam kulit, karena berat molekulnya besar,” ujarnya.
  • Mesotreapi dengan memasukkan vitamin C untuk merangsang produksi kolagen.
  • Dengan benang aptos untuk menarik bagian wajah yang keriput.

Sedang untuk mengatasi kerutan atau keriput yang cukup dalam dapat dilakukan dengan suntik botox dan thermage.

KENDUR

Kulit kendur biasa terjadi karean pertambahan usia. Sebab, seiring bertambahnya usia, produksi sel-sel baru juga sangat menurun, sehingga kulit wajah kurang mempu menahan kandungan airnya.

Pada saat yang sama, sel-sel lemak yang ada di bawah kulit menyusut, sehingga kulit terlihat kendur dan menggantung. Kulit yang kendur biasanya terjadi di daerah dagu dan pipi

“Gaya gravitasi akan semakin memperparah kekenduran kulit. Terutama bila kita tidak pernah melakukan perawatan wajah sejak dini,” kata Dewi.

Cara Mengatasi

Kulit yang kendur akibat pertambahan usia dan gaya gravitasi dapat diatasi dengan suntik botox atau mesobotox, penarikan menggunakan benang Aptos, dan operasi.

PELEBARAN PEMBULUH DARAH

Pelebaran pembuluh darah biasanya ditemukan di dahi, hidung, pipi, lipatan mata, leher, dan dada atas.

Pelebaran pembuluh darah ini biasanya akan nampak seperti ‘cacing-cacing’ kecil berwarna merah di bawah kulit.

Pelebaran pembuluh darah ini terjadi karena melembahnya serat elastis pada dinding pembuluh darah, yang disebabkan oleh:

  • Pemakaian krim pemutih yang mengandung merkuri dan steroid yang sangat tinggi. Karena itu, selalu konsultasikan lebih dulu ke dokter sebelum menggunakan krim tersebut.
  • Keturunan.

Cara Mengatasi

Pelebaran pembuluh darah sangat susah dihilangkan. Cara mengatasinya hanya dapat dilakukan menggunakan terapi laser vaskular. “Dan, penggunaan laser Vaskular itu bisa merusak pembuluh darah dan meninggalkan parut di sekitarnya tanpa luka,” ujar Dewi.

Short URL: http://wanitacosmo.com/?p=142

Related content from another blog:

Posted by on Oct 14 2010. Filed under Tips Kecantikan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

 

Incoming search terms for the article:

manfaat dermarollermanfaat chemical peelingmanfaat derma rollerdr dewi inong irana spkkkegunaan dermarollermasalah pada kulit wajahmacam-macam masalah kulit wajahmanfaat roller wajahdr dewi inong iranadr dewi inong

Search Archive

Search by Date
Search by Category
Search with Google
Popular Search Terms Log in
AutoCar Bulletin
close
  • none found - should be never happened.