Memilih Krim Malam yang Tepat

Memakai krim malam penting untuk menjaga kulit wajah tetap sehat. Bagaimana memilih yang tepat?

Kulit wajah yang sehat tentu tidak akan diperoleh tanpa perawatan yang tepat.

Selain membersihkan wajah dengan pembersih dan toner setiap hari, yang juga diperlukan adalah memberikan nutrisi untuk kulit. Salah satunya mengoleskan krim malam.

Krim malam, termasuk jenis perawatan pengelupasan atau exfoliating, yang bertujuan mengelupas sel-sel kulit mati.

Perawatan dengan krim malam termasuk exfoliating, karena krim itu dipakai pada malam hari, sehingga lebih terkonsentrasi pada pengelupasan sel-sel kulit mati.

Saat  kita terlelap pada malam hari, kulit tubuh giat bekerja melakukan proses regenerasi.

Memang, proses pembaharuan kulit bisa berlangsung kapan saja. Namun, pada malam hari, proses itu dua kali lebih aktif dibanding waktu yang lain. Demikian juga dengan proses pengelupasan kulit yang jadi sangat aktif pada malam hari, terutama pukul 23.00 sampai 04.00

Meski semua proses regenerasi kulit berlangsung secara alami, untuk membantu memaksimalkan proses itu, diperlukan krim yang mengandung nutrisi dan bahan lain yang berguna untuk mengatasi kerusakan kulit. Untuk  itulah diperlukan krim malam.

BAHAN yang TERKANDUNG

Karena tujuannya untuk membantu mengelupas sel-sel kulit mati, bahan yang terkandung dalam krim malam pada dasarnya bahan exfoliate atau pengelupas, seperti asam vitamin A, Alpha Hydroxyl Acid (AHA) dan senyawa turunannya, hidrokuinon, vitamin A, B, C, D, serta E. “Tapi, tidak semua bahan tersebut terdapat dalam satu krim malam. Ia memisalkan, krim malam yang mengandung asam vitamin A biasanya tidak mengandung AHA. Sebab, cara kerja kedua krim tersebut tidak saling mendukung. Sedang hidrokuinon, vitamin A, B, C, dan E bisa dipadukan dengan AHA saja. Adapun fungsi dari masing-masing bahan tersebut adalah:

Asam Vitamin A

Asam vitamin A punya banyak fungsi. Di antaranya merangsang kolagen, sehingga kulit jadi lebih kenyal, dan merangsang pertumbuhan sel-sel kulit baru untuk menggantikan sel-sel kulit yang sudah mati.

Asam vitamin A juga bisa mengatasi peradangan dan menghambat pertumbuhan sel-sel ganas yang bisa menyebabkan kanker, serta memengaruhi sistem kekebalan tubuh dan ikatan sel.

Ikatan sel yang rapat akan lebih sulit dikelupas. Asam vitamin A membantu meregangkan ikatan sel tersebut, sehingga kulit bisa terkelupas. Asam vitamin A yang digunakan dalam krim malam sendiri adalah retinoic acid dan retinol. Penggunaan krim dengan bahan tersebut harus benar-benar tepat. Bila tidak, akan menyebabkan efek panas di kulit. Karena itu sebaiknya konsultasikan lebih bulu pada dokter, krim malam seperti apa yang cocok.

Alpha Hydroxyl Acid (AHA)

Selain sebagai  pengelupas kulit, AHA juga mengandung moisturizer yang berguna melembabkan kulit, sehingga kulit tidak kering. Sedang kandungan antioksidan dalam AHA berguna untuk menangkal radikal bebas, dan menjaga sistem kekebalan tubuh agar tidak turun. AHA juga melepaskan sel-sel keratin. Biasanya, AHA terdapat dalam pembersih dan sabun wajah.

Hidrokuinon

Fungsi utama hidrokuinon adalah sebagai bleaching atau pemutih. Hidrokuinon cukup berbahaya bagi kulit.

Tapi, itu bila kadarnya berlebihan atau tidak sesuai dengan kebutuhan kulit. Kalau memang sesuai, tentu bermanfaat. Karena itu, ia mengingatkan agar mewaspadai produk pemutih dengan kadar hidrokuinon tinggi. Itu biasanya ditandai dengan putihnya kulit dalam waktu sangat cepat.

Sadari bahwa proses pengelupasan kulit itu tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat.

Tapi, butuh proses secara bertahap. Karena itu, waspadai bila krim malam memberikan efek putih dalam waktu singkat.

Vitamin

Krim malam juga mengandung A, B, C, dan E, yang masing-masing mempunyai manfaat sendiri-sendiri. Vitamin A berguna untuk mengatasi vlek dan sebagai anti jerawat.

Vitamin B mengandung antioksidan untuk menjaga kekebalan tubuh, melindungi sel, merangsang pertumbuhan sel, dan bersifat sebagai anti radang.

Vitamin C untuk mencerahkan kulit dan mengatasi permasalahan kulit kusam.

Sedang vitamin E berfungsi sebagai antioksidan dan mengurangi tanda-tanda penuaan.

SESUAIKAN MASALAH

Lalu, bagaimana memilih krim malam yang tepat? Ditanya seperti itu,  Putu mengatakan bahwa pemilihan krim malam yang tepat sebaiknya disesuaikan permasalahan yang muncul pada kulit wajah.

Umumnya masalah kulit wajah itu meliputi jerawat, penuaan dini, dan hiperpigmentasi. Karena itu, ada krim malam yang khusus untuk mengatasi jerawat, mengatasi penuaan dini, dan mengatasi masalah hiperpigmentasi.

Untuk mengatasi masalah biasanya digunakan acne lotion atau lotion antijerawat, yang merupakan gabungan kortikosteroid dan antibiotik. Untuk mengatasi penuaan dini digunakan lightening cream atau krim pencerah kulit yang mengandung AHA, kortikosteroid, beta hidroxy acid dan sebagainya. Sedang untuk mengatasi masalah hiperpigmentasi digunakan whitening cream atau krim pemutih, yang  mengandung hidrokuinon, kortikosteroid, arbutin atau AHA.

Selain itu, yang juga harus diperhatikan adalah jenis kulit. Pemilihan krim malam sesuai jenis kulit adalah sebagai berikut:

Berminyak

Untuk kulit berminyak sebaiknya memilih krim malam yang berbentuk lotion. Sebab, krim malam yang berbentuk lotion lebih sedikit mengandung minyak. Sedang yang berbentuk krim lebih banyak mengandung minyak, sehingga justru akan mengakibatkan timbulnya jerawat dan komedo.

Sangat  Berminyak

Untuk kulit yang sangat berminyak, sebaiknya pilih krim malam yang berbentuk gel, karena paling sedikit mengandung minyak.

Kering

Untuk kulit kering, sebaiknya menggunakan krim malam yang berbentuk krim karena lebih banyak mengandung minyak, sehingga bisa membantu menjaga kelembaban kulit.

SEJAK DINI

Pada usia 24 tahun kaum perempuan sebaiknya mulai menggunakan krim malam. Sebab, pada saat itu kerutan-kerutan halus sudah mulai muncul, sehingga perlu dibantu krim malam untuk mengembalikan kondisi kulit.

Selanjutnya, penggunaan krim malam harus semakin intensif setelah 25 tahun. Sebab, pada saat itu, usia kolagen kulit berkurang satu persen setiap tahunnya. Hal itu terutama terjadi pada mereka yang hidup di lingkungan dengan tingkat polusi tinggi. Dengan memakai krim malam, diharapkan akan membantu memperbaiki kondisi kulit yang rusak.

Ada beberapa ahli mengatakan bahwa krim malam sebaiknya sudah mulai sejak usia belasan, yaitu sekitar 17 tahun sampai awal 20 tahun.

Sebab, pada usia itu problem-problem kerusakan kulit sudah mulai terjadi, seiring menurunnya kemampuan kulit akibat paparan polusi, sinar matahari dan sebagainya.

Namun, karena pada usia itu problem kulit yang sering terjadi hanya seputar jerawat dan kerusakan kulitnya masih ringan, maka krim malam yang dipakai sebaiknya berupa acne lotion saja.

Sedang pada usia 20 tahun dan awal 30-an, di mana kerusakan kulit yang terjadi semakin bertambah parah akibat semakin menurunnya kemampuan kulit, krim pencegah kulit atau lightenig cream bisa mulai digunakan.

Jangan langsung menggunakan whitening cream. Sebab, dari ketiga jenis krim malam, efek samping yang ditimbulkan whitening cream pada kulit paling besar. Namun, daya kerjanya juga paling kuat.

Karena itu, pemutih jenis ini paling tepat digunakan oleh mereka yang berusia di atas 30 tahun, di mana kerusakan pada kulit yang terjadi biasanya sudah sangat parah. Tapi, kalau kerusakan kulitnya tidak terlalu parah, penggunaan lightening cream lebih dianjurkan.

Mereka yang berusia di bawah 35 tahun sebenarnya juga dapat menggunakan whitening cream. Biasanya, karena kerusakan kulitnya memang membandel sehingga sulit diperbaiki dengan lightening cream.

Meski begitu, krim pemutih tidak boleh terus-menerus digunakan. Begitu kerusakan kulitnya berhasil diperbaiki, penggunaan whitening cream harus dihentikan dan diganti dengan lightening cream yang efeknya lebih ringan.

YANG LEBIH BERISIKO

Meski penting untuk membantu mempercepat regenerasi sel-sel kulit, menurut Putu, tidak semua perempuan bisa menggunakan krim malam. Sebab, ada beberapa kondisi yang membuat perempuan lebih berisiko menggunakan krim malam. Mereka adalah:

Ibu Hamil

Ibu hamil sebaiknya tidak menggunakan krim malam. Sebab, bahan-bahan kimia yang terkandung di dalamnya dikhawatirkan akan terserap sampai ke pembuluh darah, sehingga bisa berdampak buruk pada janin.

Meski hanya dioles, tetap ada kemungkinan bahan kimia dalam krim malam terserap ke dalam pembuluh darah walaupun kadarnya cuma sedikit. Ini dikhawatirkan mengganggu pertumbuhan janin.

Kulit Sensitif

Kulit sensitif lebih peka terhadap rangsangan, termasuk bahan kimia yang terkandung dalam krim malam. Karena itu, disarankan untuk menggunakan krim malam yang berbahan ringan.

Bisa dipilih krim malam yang mengandung asam polihidroksi karena penetrasi ke kulit lebih lambat sehingga bisa mengurangi reaksi iritasi. Asam polihidroksi merupakan senyawa turunan dari AHA yang sifatnya lebih ringan.

Selain asam polihidroksi, ada juga Beta Hidroxy Acid atau BHA. Asam ini berfungsi sebagai antiinflamasi, sehingga bisa mengurangi rasa nyeri atau panas pada kulit sensitif akibat terkelupas.

CARA MEMAKAINYA JUGA HARUS TEPAT

Selain pemilihan krim malam yang tepat, cara pemakaiannya pun harus diperhatikan agar hasilnya benar-benar optimal. Menurut Putu, berikut ini cara tepat memakai krim malam:

Bersihkan Wajah

Bersihkan wajah lebih dulu sebelum memakai krim malam. Ini penting untuk mengangkat minyak dan kotoran, sehingga kulit tidak terhalang make up, debu maupun kotoran. Dengan begitu, krim malam yang dioleskan bisa meresap ke dalam kulit secara maksimal.

Oleskan 30 Menit sebelum Tidur

Oleskan krim malam setiap hari, 30 menit sebelum tidur malam. Dengan begitu, krim malam sudah mengering, sehingga tidak menempel pada bantal. Kalau menempel pada bantal akan percuma saja.

Teknik Pengolesan

Untuk teknik pengolesannya, bila baru pertama menggunakan, disarankan untuk mengoleskan tipis-tipis pada kulit wajah. Setelah itu perhatikan reaksinya. Jika dalam waktu seminggu tidak terjadi reaksi, bisa dioleskan lebih tebal pada pemakaian berikutnya.

Teknik pengolesan juga bisa dilakukan secara bertahap. Makin lama krim yang dioleskan makin bertambah. Penambahan ketebalan olesan itu bertahap sesuai reaksi dan kebutuhan kulit. Tapi, jika terjadi reaksi yang berlebihan, agar segera mengurangi kadar ketebalan olesan krim malam tersebut.

Teknik pengolesan yang lain adalah mengukur seberapa banyak krim yang dioleskan. Banyaknya krim yang dioleskan sudah tercantum pada kemasan. Hanya saja terkadang teknik pengolesannya yang kurang tepat.

Krim malam yang akan dioleskan pada kulit wajah sebaiknya tidak langsung diambil dari tube atau kemasannya. Tapi, letakkan dulu krim tersebut di telapak tangan, sehingga bisa diperkirakan seberapa banyak yang akan digunakan.

Cara seperti itu, berguna saat akan menambah ketebalan krim malam. Jika diambil langsung akan sulit mengukur banyaknya krim yang dipakai.

Hindari Bagian Tertentu

Ada bagian wajah tertentu yang perlu dihindari saat mengoleskan krim malam. Yaitu daerah sekitar mata, lipatan hidung, sudut bibir, dan lipatan bibir bawah.

Area tersebut tekstur kulitnya tipis dan cenderung kering. Sehingga jika dikelupas dikhawatirkan akan memicu luka, kulit jadi kemerahan, dan iritasi.

Selain itu, jika mengenai mata, bisa mengakibatkan perih dan iritasi. Sebab, krim malam bersifat asam. Untuk area sekitar mata, sebaiknya menggunakan krim khusus untuk mata.

Bersihkan Wajah pada Pagi Hari

Setelah bangun tidur pada pagi hari, krim malam sebaiknya segera dibersihkan. Ini penting agar wajah kembali bersih dan tidak bercampur dengan produk perawatan lain yang digunakan pada pagi hari, seperti suncare, sunscreen, atau make up. Pembersihan krim malam bisa dilakukan dengan pembersih muka atau sabun muka.

Hindari Menggosok Kulit Wajah

Seringkali orang merasa risih, karena reaksi awal krim malam, sehingga langsung menggosoknya dengan tangan. Tindakan itu sebaiknya dihindari, karena tangan belum tentu steril, sehingga dikhawatirkan akan memperparah iritasi.

Jangan Terkena Air

Setelah menggunakan krim malam, sebaiknya wajah tidak terkena air lagi agar krim malam yang telah dioleskan tidak hilang.

Short URL: http://wanitacosmo.com/?p=222

Related content from another blog:

Posted by on Nov 13 2010. Filed under Tips Kecantikan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

1 Comment for “Memilih Krim Malam yang Tepat”

  1. [...] bagaimana memilih krim malam yang tepat? Ditanya seperti itu, Putu mengatakan bahwa pemilihan krim malam yang tepat sebaiknya disesuaikan [...]

Leave a Reply

 

Incoming search terms for the article:

krim malam yang baguscream malam yang baguskrim malam untuk kulit berminyakhidrokuinon adalahcream malam untuk kulit berminyakkrim malam untuk kulit berjerawatkrim malam yang amanefek krim malamcream malam yang bagus dan amanKrim malam untuk ibu hamil

Search Archive

Search by Date
Search by Category
Search with Google
Popular Search Terms Log in
AutoCar Bulletin
close
  • none found - should be never happened.