Tips Mengelola Uang THR

Jakarta “ Pertanyaan: Setiap menjelang lebaran, saya selalu mendapatkan THR terkadang tak cukup. Bahkan keuangan bulanan saya harus nombok setelah Lebaran. Saya kadang bingung, lari kemana saja uang THR itu? Diatas kertas, adanya THR itu harusnya membuat kita makin leluasa untuk mengatur keuangan. Tapi ternyata malah utang bertambah.
Pertanyaan saya:

1. Bagaimana mengelola uang THR agar malah tak nombok?

2. Apa yang harus saya prioritasnya dari uang THR ini?

Jawaban: Ini adalah problem dari banyak orang di Indonesia. Seharusnya THR dipergunakan sebagai Sumber Dana untuk membiayai belanja yang timbul akibat Hari Raya itu sendiri. Sedangkan jenis biaya rutin bulanan tetap mengandalkan Sumber Dana dari Pendapatan yang biasa diperoleh. Namun banyak orang lupa atau tidak sadar atau bahkan sengaja melupakan bahwa Pendapatan yang ada di bulan terkait — saat Hari Raya berlangsung — tidak berubah. Uang dari THR adalah bukan Pendapatan baru atau tambahan, tetapi merupakan Tunjangan atau Bantuan dari Perusahaan untuk membiayai Pengeluaran yang timbul akibat Hari Raya. Jadi THR bukan untuk dipakai untuk membiayai Pengeluaran yang sebenarnya tidak berkaitan dengan Hari Raya. Contohnya adalah membeli Pakaian Baru, Sepatu Baru, Panganan Hari Raya yang berlebihan, Kembang Api, Perhiasan untuk dipakai saat Hari Raya dsb.

Atau bahkan kadang-kadang kita memaksakan untuk Pulang Kampung dengan Kendaraan Baru atau Transportasi mahal, hanya demi untuk memeroleh penghargaan yang tinggi dari keluarga dan sanak saudara di kampung halaman. Cara mengelola THR adalah

A. Catat semua jenis pengeluaran yang berhubungan dengan Hari Raya. Contoh pengeluaran jika Lebaran :

1. Zakat

2. Sedekah/ infaq

3. Makanan Lebaran; Opor, Ketupat, Kacang Goreng dsb. (secukupnya dan tidak berlebihan)

4. Perlengkapan Sholat Ied; peci, sarung, pakaian, sajadah (jika sudah tidak layak pakai)

5.THR Pembantu, Supir, Pengasuh Anak dsb.

6. Biaya untuk Silaturahmi ke handai taulan dan tetangga; transportasi, akomodasi, buah tangan dsb (termasuk Pulang Kampung atau Berkumpul bersama Keluarga Besar)

7. Pakaian Baru

8. Kembang Api/ Petasan

9. Sepatu Baru

10. dan sebagainya

B. Buatlah Anggaran Penggunaan THR dengan menghitung dan memperkirakan nilai setiap jenis pengeluaran.

Janganlah menghitung secara berlebihan hanya untuk memuaskan Gaya Hidup saja.

C. Kemudian tentukan skala prioritas, mana yang harus atau wajib untuk dibiayakan, mana yang sebaiknya dibiayayakan dan mana yang hanya dibiayayakan jika ada rezeki berlebih.

D. Selanjutnya sesuaikan Anggaran Biaya dengan Sumber Dana yang tersedia. Total Anggaran harus lebih kecil dari Dana THR

E. Langkah terakhir adalah membuah jenis-jenis biaya yang tidak perlu dikeluarkan apabila Dana THR hanya terbatas.

Bahkan Penulis merekomendasikan untuk menjaga agar jangan membuat Anggaran untuk jenis Biaya yang Tidak Perlu.

Tips untuk Mengelola THR:

  • Rencanakan secara dini untuk acara berkumpul bersama Keluarga Besar di Hari Raya. Jika harus pulang kampung maka pembiayan ini harus dikategorikan sebagai Perecanaan Liburan sehingga sumber dananya bukan dari THR, tetapi sudah dipersiapkan dan disisihkan dari pendapatan sejak lama (minimum 12 bulan di depan).
  • Gunakan kreatifitas untuk penyelenggaraan acara, misalnya tempatnya bergantian dengan kakak, adik atau saudara lainnya. Atau pelaksanaan acara dilakukan bareng-bareng atau bersama di satu tempat, daripda diselenggarakan di setiap rumah keluarga sehingga jadi lebih boros.
  • Utamakan Jenis Biaya yang Wajib atau Harus Dilakukan.
  • Tidak boleh ambil utang (jenis kredit apapun) untuk menutupi kekurangan Dana akibat Anggaran yang berlebihan. Semoga tips tersebut bermanfaat.

Short URL: http://wanitacosmo.com/?p=402

Related content from another blog:

Posted by on Dec 6 2010. Filed under Keuangan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

 

Search Archive

Search by Date
Search by Category
Search with Google
Popular Search Terms Log in
AutoCar Bulletin
close
  • none found - should be never happened.